Menurut Lukman, langkah ini menjadi peringatan bagi seluruh tenaga pendidik di Banten agar lebih bijak dalam menghadapi siswa yang melanggar aturan. “Ini jadi pembelajaran bagi kita semua. Cara mendidik anak zaman sekarang tidak bisa disamakan dengan dulu,” ujarnya.
Peristiwa bermula saat Indra Lutfiana kedapatan merokok di sekitar sekolah pada kegiatan Jumat Bersih (10/10). Saat ditegur kepala sekolah, Indra mengaku langsung membuang rokoknya. Namun, Dini Fitria memintanya mencari puntung rokok tersebut.
“Saya kaget waktu ketemu Kepsek, rokok langsung saya buang. Disuruh nyari lagi, enggak ketemu, lalu saya dibilang bohong,” kata Indra, Selasa (14/10/2025).
Indra mengaku, setelah dianggap berbohong, kepala sekolah naik pitam hingga menampar pipinya dan menendang punggungnya. “Beliau marah, nendang saya di punggung, nampol pipi kanan, bahkan bilang kata-kata kasar,” ungkapnya.
Peristiwa ini memicu aksi protes besar-besaran. Ratusan siswa SMAN 1 Cimarga mogok belajar pada Senin (13/10) untuk menuntut kejelasan kasus tersebut.
