Ia menambahkan, pemeriksaan densitometri tulang atau bone mineral density sangat disarankan terutama bagi perempuan pascamenopause dan lanjut usia.
Peringatan Hari Osteoporosis Nasional yang dirayakan setiap 20 Oktober ini sejalan dengan World Osteoporosis Day yang diperingati secara global. Hari Osteoporosis Sedunia pertama kali ditetapkan oleh UK’s National Osteoporosis Society pada tahun 1996 dan kini menjadi momentum tahunan untuk meningkatkan pengetahuan publik mengenai pencegahan osteoporosis serta pentingnya kesehatan tulang.
Tahun ini, tema global Hari Osteoporosis Sedunia 2025 mengusung seruan “It’s Unacceptable!” atau “Ini Tidak Dapat Diterima!”. Kampanye global tersebut menyoroti masih rendahnya perhatian dunia terhadap pencegahan dan perawatan osteoporosis. Pesan utama kampanye ini adalah mendesak tindakan nyata dari masyarakat, penyedia layanan kesehatan, serta pembuat kebijakan untuk menutup kesenjangan dalam layanan kesehatan tulang.
Menurut Prof. Ichramsyah A. Rachman, Dewan Pengawas Perwatusi, kesenjangan perawatan osteoporosis masih menjadi tantangan besar, termasuk di Indonesia. “Alat diagnostik dan terapi sebenarnya sudah tersedia, tetapi kesadaran masyarakat dan kebijakan pendukungnya masih perlu diperkuat. Kesehatan tulang harus menjadi prioritas nasional,” ujarnya.
