Selain konferensi pers, rangkaian kegiatan HON 2025 juga akan melibatkan pemeriksaan kesehatan tulang gratis, senam bersama, dan edukasi publik mengenai nutrisi serta pencegahan patah tulang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat luas, khususnya kelompok berisiko tinggi seperti perempuan, lansia, dan pekerja dengan aktivitas sedentari.
Perwatusi dan PEROSI berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kekuatan tulang sebagai bagian dari gaya hidup sehat. “Kampanye ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga tentang kemandirian hidup di masa tua. Tulang yang kuat berarti kualitas hidup yang lebih baik,” pungkas Anita Hutagalung.
Melalui peringatan Hari Osteoporosis Nasional 2025, para ahli dan organisasi kesehatan menyerukan agar pencegahan osteoporosis tidak lagi diabaikan. Dengan langkah-langkah sederhana seperti rutin berolahraga, asupan kalsium yang cukup, dan pemeriksaan dini, Indonesia diharapkan mampu membangun generasi yang kuat dan berdikari.
