Akibat kejadian ini, aktivitas di kantor BRIN Koto Tabang dihentikan sementara waktu. Satu keluarga yang tinggal di area tersebut juga sudah dievakuasi.
“Kita melakukan pemantauan dengan patroli dan menggunakan drone termal untuk mengetahui keberadaan satwa itu,” ujar Ade.
Petugas BKSDA bersama tim gabungan dari Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh, Pagari Baring, Pagari Salareh Aia, Centre for Orangutan Protection (COP), serta mahasiswa Kehutanan Universitas Riau (UNRI) kini berupaya menggiring harimau kembali ke induknya.
“Penggiringan ke lokasi induk kita lakukan dan langkah ini bisa efektif, sehingga anak harimau bisa ketemu dengan induknya,” katanya.
Namun, jika upaya itu gagal, petugas akan melakukan evakuasi dengan kandang jebak atau pembiusan.
Sebelumnya, kemunculan harimau sumatera di area kantor BRIN terekam kamera CCTV pada Rabu dini hari. Rekaman memperlihatkan harimau berjalan di sekitar bangunan kantor yang sepi.(Vinolla)
