“Laporan awal menyebut mereka berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kami masih mendalami keterangan para pihak,” ungkapnya.
Pihak kepolisian saat ini masih mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan apakah terjadi pelanggaran hukum di panti jompo tersebut.
“Kami masih dalami hal-hal lainnya. Nanti akan kami sampaikan kembali hasilnya,” tutup Enjo.
Video dugaan penyekapan ini kini terus beredar di berbagai platform media sosial dan memicu reaksi publik yang menuntut pihak berwenang segera menuntaskan kasus tersebut.(Vinolla)
