G20 juga menegaskan peran penting Bank Pembangunan Multilateral (MDBs) dalam mendukung pembangunan dan kemakmuran negara berkembang. Pertemuan menyambut kemajuan reformasi Capital Adequacy Framework (CAF) untuk meningkatkan kapasitas pinjaman MDBs dan mendorong blended finance guna menarik investasi swasta.
Bagi Indonesia, langkah ini membuka peluang pembiayaan lebih luas bagi infrastruktur dan transisi energi bersih, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di lembaga multilateral seperti Bank Dunia dan ADB. Selain itu, G20 juga sepakat memperkuat representasi negara berkembang dalam lembaga keuangan global, sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap tata kelola ekonomi dunia yang lebih inklusif.
Dalam bidang keberlanjutan utang, G20 mengesahkan Ministerial Statement on Debt Sustainability yang menegaskan komitmen global untuk menangani kerentanan utang secara transparan, cepat, dan terkoordinasi. Indonesia mendukung penuh langkah ini karena stabilitas utang global juga menentukan stabilitas pasar keuangan negara berkembang.
