Menurut Aam, hingga saat ini pembersihan material sudah mencapai 80 persen, dan pencarian difokuskan pada sisi utara bangunan yang terpisah dari struktur utama.
Tim SAR memperkirakan masih ada sekitar 10 orang tertimbun di bawah reruntuhan, meskipun jumlah pasti bisa berubah karena beberapa potongan tubuh korban masih menunggu hasil identifikasi dari tim DVI Polda Jatim.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah lima potongan tubuh yang ditemukan berasal dari korban yang sama.
“Kita tidak tahu apakah nanti itu berhubungan atau tidak dari body part yang pertama dan kedua, tapi tentunya itu tetap kita anggap masing-masing satu. Identifikasi lebih lanjut akan dilakukan oleh tim DVI,” jelas Nanang.
Bangunan asrama putra Ponpes Al Khoziny ambruk pada 29 September 2025 ketika ratusan santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah di lantai dua yang difungsikan sebagai musala.
Dugaan awal menyebut struktur bangunan tidak mampu menahan beban tambahan setelah dilakukan pengecoran di lantai atas. Beberapa laporan juga mengindikasikan bahwa renovasi dilakukan tanpa izin mendirikan bangunan (IMB).

