Tim gabungan dari ITS Surabaya, BNPB, dan PUPR kini dilibatkan untuk meneliti penyebab pasti keruntuhan, termasuk kualitas beton dan struktur kolom yang dinilai tidak proporsional menahan beban vertikal.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar seluruh pondok pesantren di Indonesia dilakukan audit keamanan bangunan untuk mencegah kejadian serupa.
“Kita tidak ingin peristiwa seperti ini terulang lagi. Semua bangunan pesantren harus dicek dari segi struktur dan izin konstruksinya,” kata Prabowo.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka mendalam dan memastikan seluruh biaya perawatan korban luka serta pemulangan jenazah ditanggung pemerintah provinsi.
Meski sudah memasuki hari kedelapan, ratusan personel dari Basarnas, BNPB, TNI, Polri, PMI, dan relawan lokal masih bekerja siang malam. Tim juga menggunakan anjing pelacak dan alat deteksi panas tubuh untuk mencari kemungkinan korban yang masih tertimbun.
Di lokasi kejadian, tim menemukan pula satu unit mobil Mercedes-Benz yang hancur tertimpa beton. Evakuasi kendaraan tersebut dilakukan bersamaan dengan pembersihan puing.

