Dari 11 medali emas Sanda yang diperebutkan, Jawa Tengah memang tetap merajainya dengan koleksi 4 emas, 2 perak, dan 3 perunggu disusul Sumut (3-3-3), DKI Jakarta (3-0-0) dan Jawa Barat (1-2-0). Namun, tiga daerah yang selama ini tidak diperhitungkan secara mengejutkan berhasil menempatkan atletnya di partai final.
Yakni, Jatim dengan tiga atlet Sanda (Denok Tri Wahyuni/kelas 52kg putri, Achmad Naafi/kelas 52kg putra, dan Fitrah A Yudha Faturahman/kelas 65kg putra) disusul Kalimantan Barat (Kalbar/M Abidin Takbir Tambi Ali/48kg putra) dan Kalimantan Utara (Kaltara/Shelly Cahyani/kelas 56kg putri) masing-masing 1 atlet sanda.
“Selama ini Sanda memamg dikuasai Jawa Tengah, Sumut dan DKI Jakarta. Tetapi, prestasi atlet sanda dari Jatim, Kalbar, dan Kaltara sudah mulai bergerak. Mereka sudah mampu menempatkan atletnya di partai final. Ini suatu yang menggembirakan,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Sanda PB WI, Sudarsono.
“Ya, atlet Taolu bisa memproduksi banyak medali emas dan tiga atlet Sanda Jawa Timur mampu lolos ke final itu tidak terlepas dari kepiawaian Pak Ketua Pengprov WI Jawa Timur M Ali Affandi dan juga dukungan dari KONI Jawa Timur,” kata Manajer Tim Wushu Jawa Timur Sherly Hoediono yang dihubungi di tempat pertandingan.
Mengejutkan, Tiga Daerah Munculkan Atlet Sanda di Final, Jatim Juara Umum Cabor Wushu PON Beladiri 2025
