Musim Hujan Oktober 2025
Musim penghujan datang pada pertengahan Oktober 2025 menjadi awal ujian baru bagi warga Grobogan. Setelah berbulan-bulan menghadapi kekeringan, kini mereka kembali bersiap menghadapi ancaman banjir yang menjadi langganan setiap musim hujan.
Sebagai informasi, Kabupaten yang diapit Pegunungan Kapur di utara dan Pegunungan Kendeng di selatan ini dikenal memiliki dinamika cuaca yang kontras antara musim kemarau dan penghujan. Saat kemarau, sebagian besar lahan pertanian retak dan sumur-sumur mengering.
Namun ketika musim hujan tiba, sungai-sungainya meluap, menguji ketangguhan warganya yang telah terbiasa hidup di antara dua musim ekstrem.
Selain bentang topografinya yang unik, wilayah Grobogan juga menjadi perlintasan dua Daerah Aliran Sungai (DAS) besar, yaitu DAS Jratun (Jragung–Tuntang) dan DAS Seluna (Serang–Lusi–Juwana).
Pada DAS Seluna terdapat tiga sumber mata air utama. Sumber terbesar berasal dari pegunungan di Boyolali yang mengaliri Sungai Serang, sumber kedua dari pegunungan kapur di Blora dan Grobogan yang mengaliri Sungai Lusi, dan sumber ketiga dari Pegunungan Muria di wilayah Kudus, Pati dan Jepara yang mengaliri Sungai Juwana serta Serang Welahan Drain 2 (SWD 2).
