Melihat kondisi kliennya yang kini sakit dan membutuhkan biaya hidup, tim kuasa hukum Pak Tarno berupaya menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Mereka berharap pihak yang terlibat memiliki itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut.
“Kita pengin menyelesaikan masalah, Pak Tarno juga bisa ada bantuan untuk berobat ya, Pak ya, sehari-harinya gitu. Itu yang paling penting,” ujar Hendro.
Kini, di tengah perjuangannya melawan sakit dan keterbatasan ekonomi, Pak Tarno hanya berharap keadilan berpihak padanya. Dana Rp100 juta yang sempat hilang itu diharapkan dapat membantu menopang kebutuhan berobat dan kehidupannya sehari-hari.
Pak Tarno, yang memiliki nama lengkap Tarno Suprapto, dikenal sebagai pesulap legendaris dengan ciri khas gaya bicara polos dan kalimat “di bantu ya, bim salabim jadi apa prok prok prok”. Ia sempat menjadi ikon dunia hiburan Indonesia di era 2000-an berkat penampilan unik dan kepribadiannya yang sederhana.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kariernya mulai meredup dan kesehatannya dikabarkan menurun. Meski demikian, sosoknya tetap dicintai publik karena dikenal rendah hati dan selalu menghibur dengan kesederhanaannya.(Vinolla)
