IPOL.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengingatkan bahwa situasi darurat pascabencana berpotensi meningkatkan risiko kekerasan berbasis gender (KBG) serta eksploitasi terhadap anak, termasuk potensi pekerja anak dan perdagangan manusia.
“Untuk mengantisipasi hal tersebut, KemenPPPA mengaktifkan layanan pengaduan cepat melalui Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 dan menyiagakan UPTD PPA di wilayah terdampak,” ujar Arifah saat meninjau posko pengungsian kebakaran di Pengadegan Timur, Jakarta Selatan, Senin (13/10/25).
Berdasarkan data sementara, terdapat 31 kepala keluarga (98 jiwa) terdampak, terdiri atas 32 perempuan dewasa dan 32 anak-anak, termasuk dua balita.
Arifah menegaskan bahwa KemenPPPA akan terus mendampingi korban, terutama anak-anak dan perempuan, agar dapat pulih secara fisik dan psikologis.
“Semoga para korban diberikan kekuatan dan segera bisa melanjutkan aktivitas seperti sediakala,” ujarnya dikutip dari laman Kementerian PPPA.
