“Sebagai pelatih kepala, saya sepenuhnya bertanggung jawab,” ucapnya dikutip pada Selasa (14/10).
Meski demikian, Kluivert mengklaim tim telah bekerja maksimal dan disiplin.
“Kami telah memberikan segalanya, dengan sepenuh hati, dengan disiplin, dan dengan persatuan. Setiap hari, tim ini bekerja untuk berkembang, belajar, dan mewakili Indonesia dengan bangga,” katanya.
Kluivert menilai, terlepas dari kegagalan ini, Timnas Indonesia telah menetapkan standar baru yang dapat dibangun dengan percaya diri. Ia menekankan bahwa kemajuan sejati membutuhkan waktu dan meyakini benih-benih harapan telah tertanam.
“Benih-benih telah ditanam, dalam pola pikir, dalam budaya, dan dalam keyakinan bahwa Indonesia berhak berada di panggung terbesar,” ujarnya.
“Kepada semua yang telah mendukung kami, di stadion, di jalanan, dan di rumah. Suara Anda penting. Dukungan Anda mengangkat kami. Kepercayaan Anda menggerakkan kami. Terima kasih,” lanjutnya.
Sementara itu, Manajer Timnas Indonesia, Sumardji membenarkan Kluivert dan tim kepelatihannya tidak kembali ke Indonesia dan langsung pulang ke Belanda setelah pertandingan terakhir.
