Adapun Sekolah Garuda baru akan dibangun di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sultra), dan Bulungan (Kaltara).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, kehadiran Sekolah Garuda diharapkan mampu mendorong minat pelajar Indonesia di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
“Dengan Sekolah Garuda ini kita berharap dapat melahirkan saintis dan ilmuwan di berbagai bidang, khususnya STEM, agar mereka bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, selain unggul secara akademik, siswa Sekolah Garuda juga diharapkan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
“Mereka harus menjadi generasi dengan kemampuan leadership yang baik, agar bisa memimpin perubahan di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa Sekolah Garuda dibentuk untuk memperkuat sistem pendidikan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Setiap sekolah terhubung dengan platform nasional yang memfasilitasi pertukaran guru, materi ajar, dan mentoring jarak jauh. Siswa dari wilayah timur dapat belajar bersama siswa dari seluruh Indonesia,” jelas Meutya.
