IPOL.ID – PT Sepatu Bata Tbk (BATA) resmi menghentikan kegiatan usaha di bidang industri alas kaki di Indonesia. Keputusan besar ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada (25/9/2025) lalu, yang menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan dan menghapus kegiatan produksi sepatu dari daftar usaha perseroan.
Langkah tersebut menandai berakhirnya perjalanan panjang Bata sebagai produsen alas kaki di Tanah Air setelah lebih dari 90 tahun hadir di Indonesia.
Dalam laporan keuangan semester I tahun 2025, BATA mencatat kerugian bersih sebesar Rp40,62 miliar, meski angka itu menurun dibanding kerugian Rp127,43 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, penjualan bersih ikut merosot tajam menjadi Rp159,43 miliar, atau turun sekitar 38,7 persen dibandingkan tahun lalu.
Penurunan permintaan konsumen, kenaikan biaya bahan baku, serta tekanan kompetisi dari produk impor disebut menjadi alasan utama perusahaan menghentikan kegiatan produksi alas kaki.
Bersamaan dengan keputusan penghentian produksi, RUPSLB juga menerima pengunduran diri Rajeev Gopalakrishnan dari posisi Presiden Komisaris.
Ke depan, perusahaan berencana memfokuskan kegiatan usaha di bidang perdagangan dan distribusi, termasuk memperkuat jaringan ritel dan platform digital, tanpa lagi melakukan kegiatan manufaktur di dalam negeri.
