Sebelumnya, pada April 2024, Bata telah menutup pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat, yang telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun. Penutupan pabrik tersebut berdampak pada 233 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Penutupan produksi Bata menjadi sorotan banyak pihak dan dinilai sebagai cerminan tantangan berat yang dihadapi industri sepatu nasional. Beberapa pengamat industri menilai, semakin banyak produsen lokal yang tidak mampu bersaing dengan produk impor dari negara seperti Tiongkok dan Vietnam yang menawarkan harga lebih murah dan efisiensi produksi lebih tinggi.
Pemerintah diminta hadir memberikan perlindungan dan solusi bagi pekerja terdampak, sekaligus memperkuat industri alas kaki nasional agar tetap bertahan di tengah tekanan globalisasi pasar.
Meski menghentikan produksi di Indonesia, merek Bata disebut masih akan hadir di pasar lokal melalui jalur impor dan kerja sama dengan mitra produksi lainnya.(Vinolla)
