“Setiap kelurahan dan kecamatan sudah mengetahui titik rawan genangan di masing-masing wilayahnya. Maka sebelum itu terjadi, peralatan harus sudah harus siap. Begitu ada genangan, Damkar dan Sudin SDA segera menyedot, Pertamanan bergerak, dan Dinas Perhubungan mengatur lalu lintas,” tukas Munjirin.
Selain kesiapan teknis, Wali Kota Jaktim juga memastikan telah dilakukan pengerukan rutin di sembilan sungai utama serta penyiapan titik-titik pengungsian, posko kesehatan, dan posko bantuan sosial.
“Semua sudah kami siapkan dan disinergikan dengan TNI-Polri serta unsur relawan. Pengerukan sungai terus berjalan tanpa batas waktu karena jumlahnya cukup banyak di wilayah kami,” jelasnya.
Namun demikian, Munjirin kembali menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jakarta Timur akan terus berkoordinasi lintas instansi dalam mengantisipasi potensi banjir dan bencana lainnya selama musim hujan.
“Kami optimis, dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, Jakarta Timur siap menghadapi musim penghujan dan menjaga keselamatan warga,” pungkas Wali Kota Munjirin. (Joesvicar Iqbal)
