“Saya perlu beri apresiasi FAM dalam situasi ini karena mengaku kesalahan tanpa menunjuk satu pihak,” lanjutnya.
Sementara itu, pengamat Pekan Ramli menilai perdebatan publik soal sanksi FIFA terhadap FAM sudah keluar dari konteks dan dipenuhi sentimen emosional.
“Narasinya sudah ke arah lain, ini sudah ke arah saling menyalahkan, Indonesia dan Vietnam disalahkan. Politikus Malaysia juga menyalahkan,” katanya.
“Kita harus melakukan yang betul, kita tidak perlu takut. Kalau kita memang benar, semestinya kita tidak perlu takut dihukum. Kita harus tepikan sentimen itu,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, FIFA menjatuhkan sanksi kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia berupa denda sebesar 2.000 franc Swiss (sekitar Rp41,8 juta) serta larangan bermain selama 12 bulan.
Selain itu, FAM juga dikenai denda 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) akibat kesalahan administrasi dalam proses naturalisasi pemain.
FAM telah mengakui adanya kesalahan teknis dalam administrasi tersebut dan diberi waktu 10 hari untuk mengajukan banding. Namun hingga batas waktu Senin (6/10), FAM belum mengajukan banding atas sanksi dari FIFA itu. (far)
