Penurunan pH di Segmen 3 dipicu pembusukan organik atau endapan alami.
Sulfat juga masih dalam ambang batas, meski ada kenaikan di titik hilir. Kandungan nitrat cenderung rendah–sedang, dipengaruhi penggunaan pupuk nitrogen dan limbah domestik.
Total Suspended Solids (TSS) masih sesuai baku mutu, namun meningkat di Segmen 2 akibat kegiatan clearing. Total Dissolved Solids (TDS) berada di rentang 70–90 mg/L dan aman.
Sementara itu, kandungan fosfat di beberapa titik melebihi baku mutu akibat penggunaan pupuk fosfat dan limbah domestik. Nilai BOD berada di rentang 1,93–2,32 mg/L, sedikit melebihi baku mutu, sementara COD 8,85–18,90 mg/L juga tercatat di atas ambang batas.
Namun tren COD menurun dari hulu ke hilir. Besi (Fe) terlarut sesuai baku mutu di Segmen 1, namun meningkat di Segmen 2 dan 3, dipengaruhi clearing, limpasan kebun, serta endapan pasir besi alami. Kandungan mangan (Mn) terlarut aman di semua titik pengamatan.
”Indikasi Acid Mine Drainage yang disebabkan PT AOC tidak dominan. Hal ini terlihat dari nilai pH, TSS, Fe, dan Mn pada Segmen 1 yang rendah di hulu dan masih sesuai baku mutu. Peningkatan TSS dan Fe justru muncul di area HTI dan perkebunan sawit yang kuat diduga akibat pembukaan lahan atau erosi alami,” ujar Muhammad.
