“Insya Allah pada akhir tahun anggaran nanti sudah bisa terlihat berapa sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) dan berapa yang terserap. Saat ini masih proses berjalan,” tambahnya.
Dia juga memaparkan kondisi keuangan daerah terkini. Dari total pendapatan daerah sebesar Rp 4,8 triliun, hingga pertengahan Oktober 2025 telah terealisasi sekitar Rp 3,4 triliun atau 87 persen. Sementara, untuk belanja daerah dari total Rp 5 triliun, baru terealisasi sekitar Rp 2,56 triliun atau 51,35 persen.
“Posisi kas daerah kita saat ini sekitar Rp963 miliar. Penerimaan daerah sampai 19 Oktober sudah mencapai Rp 3,4 triliun, sementara pengeluaran sudah sebesar Rp2,6 triliun. Sisanya memang akan digunakan untuk membayar termin proyek yang akan ditagihkan di akhir bulan ini,” terang Benyamin.
Ia menambahkan, bahwa Pemkot Tangsel tetap berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Setiap realisasi anggaran, kata Benyamin, selalu diawasi ketat oleh inspektorat serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

