“Mereka sangat membutuhkan bantuan di Venezuela, ini bencana yang mendasar. Jadi, bisa dibilang bantuan itu diberikan untuk tahun 2024 dan saya mencalonkan diri sebagai pejabat pada tahun 2024,” sebut Trump tanpa merinci detail insiden bantuan yang dimaksud.
Maria Corina Machado dikenal sebagai salah satu figur penting oposisi Venezuela. Ia hampir mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu 2024, namun langkahnya diblokir oleh pemerintahan Nicolas Maduro.
Larangan itu membuatnya mendukung kandidat alternatif, Edmundo Gonzalez Urrutia, sambil tetap menjadi penggerak utama di barisan oposisi.
Dalam wawancara dengan media Spanyol, Machado membenarkan dirinya telah berbicara dengan Trump, namun tak membeberkan isi percakapan.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Venezuela dan menyebut penghargaan itu juga ia persembahkan untuk Trump, yang dianggap turut mendukung perjuangannya selama ini.
Meski demikian, pemberian Nobel Perdamaian 2025 kepada Machado bukan tanpa kritik.
Organisasi masyarakat Islam di Amerika Serikat, Dewan Hubungan Amerika-Islam (The Council on American-Islamic Relations/CAIR), mengecam keras keputusan tersebut. CAIR menuding Machado sebagai pendukung setia Partai Likud Israel, yang mereka sebut sebagai “Partai Zionis radikal”.
