LBH Ansor mengaku akan segera berkoordinasi dengan Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Mereka juga berencana sowan kepada KH. Anwar Manshur guna meminta arahan dan nasihat langsung dari sang kiai sepuh.
“Kami mendukung kebebasan pers, tetapi kebebasan itu tidak boleh kebablasan. Media harus tetap menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab moral,” tambahnya.
Bagus juga mengingatkan bahwa ulama dan pesantren memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan bangsa, sehingga tidak pantas dijadikan bahan olok-olok atau konten hiburan.
“Ulama adalah bagian penting dari sejarah Indonesia, bukan objek lelucon,” ujarnya.
Di sisi lain, unggahan video resmi Trans7 di Instagram langsung menuai gelombang protes. Ribuan warganet membanjiri kolom komentar dengan kecaman, bahkan memunculkan tagar #BoikotTrans7 yang menjadi trending di berbagai platform media sosial.
Sejumlah tokoh santri dan komunitas pesantren seperti Romzi Ahmad, Ulinnuha Lazulfaa, serta akun populer Santri Keren, NU Garis Lucu, dan Cahpondok, turut menyuarakan kekecewaan. Mereka mengunggah pernyataan dari AIS Nusantara yang menuntut permintaan maaf terbuka dari CT Corp dan Trans7 dalam waktu 1×24 jam.
