Selama masa persiapan, Habib mendapat bimbingan langsung dari Dr. KH. Achmad Roziqi, Lc., M.H.I, Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari yang juga turut mendampingi selama perlombaan berlangsung.
“Persiapan saya mulai sekitar tiga bulan lalu, sejak seleksi di bulan Juli. Berdasarkan arahan Mudir (Ma’had Aly Hasyim Asy’ari), saya banyak belajar ta’rif istilah-istilah fikih karena harus paham setiap bab fikih, minimal judulnya. Saya juga mempelajari latar belakang dan pola susunan kitabnya (Bidayatul Mujtahid). Seringkali saya membuka random kitab itu, saya baca dan coba jelaskan. Selain itu, saya juga mempelajari hikmah, maqashid, ushul fiqh, serta penerapan hukum fikih di zaman sekarang,” ungkap Habib menceritakan persiapannya saat ditemui di Wajo, Senin (6/10/2025).
“Selain usaha zahir, saya juga minta doa kepada guru-guru saya, orang tua, dan sahabat,” tambahnya.
Pelaksanaan MQK Internasional dibagi menjadi dua tahap, yaitu penyisihan dan final. Para peserta menyampaikan segala penjelasan menggunakan bahasa Arab. Tiga dewan juri menilai peserta berdasarkan tiga aspek utama: kemampuan bahasa Arab (nahwu-sharaf), penerjemahan dan penguasaan istilah fikih (musthalahat fiqhiyyah), serta kemampuan analisis dan penerapan hukum fikih.
