Adjie menjelaskan, beberapa program unggulan diuji publik. Seperti cek kesehatan gratis menjadi paling disukai (79,8 persen), karena langsung dirasakan masyarakat.
Kemudian, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikenal luas dan disukai (53,8 persen), tetapi juga paling dikritik (38,2 persen).
Program 19 Juta Lapangan Kerja justru menelan skeptisisme (ketidakpuasan 71,6 persen), dan Koperasi Merah Putih masih jauh dari harapan rakyat (kepuasan hanya 23,1 persen).
“Data ini memberi pelajaran mendalam, ide populer tak selalu identik dengan implementasi kuat. Rakyat bukan menolak visi besar, mereka hanya ingin melihat hasil yang bisa disentuh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adjie mengutarakan terhadap mereka yang puas, dan siapa yang tidak puas. Dalam program MBG mencerminkan wajah Indonesia beragam. Laki-laki lebih banyak puas (57,8 persen), perempuan lebih banyak kecewa (40,6 persen).
Kota lebih puas daripada desa. Wong cilik cenderung menerima dengan syukur, sementara di kelas menengah lebih kritis.
Wilayah Bali memberi pujian, sedangkan Sumatera dan Maluku-Papua memberi peringatan.
