Lebih lanjut, Laode mengungkapkan bahwa tiga perusahaan telah mencapai kesepakatan awal untuk membeli BBM dari Pertamina. Namun, pihaknya belum dapat menyebutkan nama-nama perusahaan tersebut sebelum proses penyaluran bahan bakar resmi dilakukan.
Salah satu poin penting dalam negosiasi terbaru ini adalah mekanisme pengecekan kualitas BBM di titik awal pengiriman (loading port) yang kini menjadi standar baru kerja sama antara Pertamina dan SPBU swasta.
“Pengecekan di loading port kini menjadi aspek penting yang disepakati dalam negosiasi terakhir,” tambah Laode.
Sebelumnya, sejumlah SPBU swasta seperti Shell, bp, dan Vivo sempat mengalami kelangkaan pasokan BBM sejak pertengahan Agustus hingga Oktober 2025. Pemerintah kemudian mendorong SPBU swasta bekerja sama dengan Pertamina untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Dari pihak Pertamina, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Vivo dan BP kini telah memasuki tahap pembahasan teknis, termasuk pengaturan komersial dan inspeksi bersama dalam pengadaan BBM impor.
