Pihak Danone-Aqua menjelaskan bahwa kendaraan besar digunakan untuk distribusi produk ke berbagai wilayah di Jawa Barat dan sekitarnya. Namun, mereka tidak menampik adanya kendaraan dengan ukuran besar dalam operasionalnya.
Dedi pun menegaskan agar perusahaan menyesuaikan kapasitas kendaraan dengan kondisi jalan di wilayah setempat.
“Perusahaan harus menyesuaikan dengan ketentuan. Mobilnya tidak boleh terlalu besar karena badan jalan kecil dan bobotnya berat, bisa merusak jalan serta lingkungan sekitar,” katanya.
Selain menyoroti masalah transportasi, Gubernur juga memeriksa sumber air yang digunakan pabrik. Meski selama ini dikenal sebagai “air pegunungan Subang”, ternyata sumber utama air Aqua berasal dari sumur bor dalam yang mengambil air tanah di kawasan tersebut.
Walau kegiatan pengambilan air itu memiliki izin resmi, Dedi menekankan perlunya pengawasan ketat agar eksploitasi air tidak berdampak pada masyarakat sekitar.
“Bumi, air, dan sumber daya alam adalah milik negara. Jangan sampai air dari sini diangkut dan dijual mahal, sementara masyarakat sekitar kekurangan air bersih,” ujarnya.
