Lebih lanjut, Ketua Umum Golkar itu menyebut pada dasarnya setiap badan usaha SPBU sudah mendapatkan kuota impor BBM sebesar 110 persen pada tahun ini, alias 10 persen lebih banyak dari realisasi penjualan bahan bakar tahun sebelumnya.
Namun, kuota itu saat ini sudah habis, di mana pemerintah mengarahkan badan usaha swasta untuk membeli base fuel atau BBM murni dari Pertamina yang masih memiliki kuota impor tahun ini. “Jadi kuota impor kita kasih, bukannya tidak kasih. 110 persen,” katanya.(sofian)
