Sebanyak 70 persen organ hati Pertiwi diambil untuk dicangkokkan ke ayahnya. Dalam kurun waktu 5–6 bulan, hati Pertiwi akan tumbuh kembali seperti semula.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Fatmawati, dr. Nikko Darnindro, SpPD, menjelaskan bahwa pasien berusia 58 tahun tersebut mengalami sirosis akibat infeksi Hepatitis B kronis. Selama satu tahun terakhir, pasien berulang kali dirawat karena komplikasi serius seperti penurunan kesadaran dan perdarahan saluran cerna, menandakan fungsi hati semakin menurun.
“Kondisi pasien sudah tidak dapat ditangani dengan pengobatan konvensional. Transplantasi hati menjadi satu-satunya pilihan terapi yang dapat menyelamatkan nyawa,” ucap dr. Nikko.
Donor hati berasal dari anak kandung pasien yang memiliki golongan darah sama dan secara sukarela memberikan sebagian organnya. Persiapan transplantasi dilakukan selama satu hingga dua bulan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap donor maupun penerima.
Prosedur Living Donor Liver Transplantation (LDLT) dilaksanakan pada 23 September 2025 oleh Tim Transplantasi Hati RS Fatmawati bekerja sama dengan Seoul National University Hospital (SNUH) yang dipimpin Prof. Kwang Woong Lee.
