“Operasi berlangsung lancar, dan pascaoperasi pasien menunjukkan perbaikan klinis maupun laboratorium yang signifikan,” jelas dr. Nikko.
Saat ini pasien dalam kondisi stabil, kesadaran sudah pulih, fungsi hati membaik, serta telah mendapat edukasi untuk perawatan lanjutan di rumah.
Keberhasilan ini menjadi capaian penting bagi RS Fatmawati dalam memperkuat kapasitas nasional di bidang transplantasi hati. Seluruh pembiayaan operasi ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan, sehingga pasien tidak terbebani biaya tinggi.
Menkes Budi mengapresiasi keberanian dan kerja keras tim RS Fatmawati.
“Kasus gagal hati di Indonesia masih banyak, tetapi layanan transplantasinya belum siap. Karena itu saya minta RS Fatmawati berani melakukan transplantasi,” ujar Menkes.
Ia menambahkan, tingkat keberhasilan transplantasi hati di Indonesia masih perlu ditingkatkan.
“Tingkat kematian transplantasi hati kita masih 60 persen. Dari 10 pasien, 6 meninggal. Sementara di Korea, dari 10 pasien, 9 selamat. Karena itu saya minta tim Fatmawati belajar ke luar negeri, dan hari ini mereka berhasil membuktikannya,” ungkapnya.
