Akun lain juga menambahkan, “Perhatian! Untuk para HRD catat nih SMA 1 Cimarga. Mereka pasti akan ada magang sekolah, tolong tolak satu angkatan mereka dari kelas 10 sampai 12. Biar mereka juga terima konsekuensinya,” kata @wkurniawan609.
Unggahan-unggahan itu kini mendapat ribuan tayangan dan dibagikan ulang ke berbagai platform media sosial, memicu perdebatan sengit di ruang publik.
Sebagian besar warganet mendukung langkah tegas terhadap pelajar yang dinilai tidak menghormati aturan sekolah. Mereka berpendapat, disiplin dan etika harus ditanamkan sejak dini, dan aksi mogok dianggap mencerminkan lemahnya sikap hormat terhadap guru.
Namun, tak sedikit pula yang menilai seruan blacklist tersebut berlebihan dan tidak adil karena menggeneralisasi seluruh siswa tanpa melihat konteks dan fakta individual.
“Tidak semua siswa mungkin setuju atau ikut terlibat aktif. Jangan sampai satu sekolah dicap buruk hanya karena segelintir aksi spontan,” tulis seorang pengguna X lainnya.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan sekitar 630 siswa SMAN 1 Cimarga mogok sekolah viral di media sosial. Dalam video itu, para pelajar menolak masuk kelas sebagai bentuk protes terhadap kepala sekolah yang menampar seorang siswa karena kedapatan merokok di lingkungan sekolah. (Vinolla)
