“Masyarakat kini dapat menikmati suasana hutan kota di malam hari sambil belajar mengenal perilaku hewan, khususnya satwa nokturnal,” katanya, Sabtu (11/10).
Pemprov DKI Jakarta ingin menjadikan Ragunan bukan hanya tempat wisata siang hari, tetapi juga destinasi edukatif dan rekreatif malam hari bagi warga Jakarta.
Ia menambahkan, uji coba akan dievaluasi secara berkala guna memastikan kesiapan fasilitas serta respons masyarakat. Bila berjalan baik, program ini berpeluang menjadi agenda rutin wisata malam kota Jakarta.
“Kalau antusiasme masyarakat tinggi dan semua berjalan tertib, tentu akan kami kembangkan lebih luas. Jakarta perlu lebih banyak ruang publik yang hidup, aman, dan mendidik,” jelasnya.
Kepala UPTMR, Endah Rumiyati, memastikan pengelola telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk penerangan tambahan di area yang dibuka. Peta digital Map Night Ragunan juga disediakan untuk membantu pengunjung mengetahui rute aktif.
Bagi yang ingin pengalaman lebih dekat, disediakan tur malam bersama pemandu dan penjaga satwa (zookeeper) yang menjelaskan perilaku satwa nokturnal serta menggelar sesi pemberian makan hewan pada waktu tertentu.
