Farid menambahkan, pihaknya akan mensosialisasikan larangan ini kepada wisatawan mancanegara agar tidak terjadi pelanggaran di kemudian hari. “Kita tidak ada masalah dengan keputusan adat ini, karena itu bagian dari kearifan lokal yang perlu dijaga bersama,” ujarnya.
Dengan keputusan ini, masyarakat Badui berharap adat dan budaya leluhur mereka tetap asli, lestari, dan bebas dari gangguan modernisasi, sembari tetap membuka diri secara terbatas bagi wisatawan yang menghormati nilai-nilai adat.(Vinolla)
