“Ya karakternya memang seperti itu, pendiam,” tambah Budi.
Ledakan terjadi pada Jumat (7/11/2025) saat khotbah salat Jumat berlangsung di masjid sekolah. Insiden tersebut menyebabkan 96 orang menjadi korban, menjadikannya salah satu peristiwa ledakan paling mematikan di lingkungan sekolah.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menjelaskan susunan bom berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan menggunakan alat Rigaku mengidentifikasi potassium chloride sebagai bahan utama dalam peledak tersebut.
“Bahan explosive yang kami temukan terdeteksi potassium chloride, yang digunakan terduga,” ujar Henik dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).
Selain bahan utama tersebut, polisi menemukan komponen lain yang memperkuat daya ledak, di antaranya:
1. Serpihan plastik sebagai pembungkus struktur bom
2. Paku baja dan paku seng sebagai pecahan logam untuk meningkatkan kerusakan
3. Empat baterai AA sebagai sumber tenaga peledakan
4. Electric match sebagai inisiator
