Fenomena material kayu ini menjadi indikasi kuat bahwa daya serap air hutan telah lumpuh akibat aktivitas penebangan liar yang meluas.
Maka, aparat penegak hukum harus bertindak tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, apalagi potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan berlanjut dalam waktu dekat.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan agar memperkuat mitigasi untuk mengurangi risiko bencana lanjutan.
“Saya berharap Kapolda (Sumut, Sumbar, dan Aceh) segera menindaklanjuti permintaan tersebut. Kerja cepat dan terarah dinilai menentukan keberhasilan pemulihan Sumatera Barat. Dengan demikian, seluruh pihak dapat bergerak dalam satu komando dan fokus pada penyelamatan warga,” katanya.
Di sisi lain, Dony yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), telah menginstruksikan seluruh perusahaan BUMN di bawah naungan Danantara untuk bergerak cepat membantu pemulihan.
Perusahaan-perusahaan pelat merah diminta segera menyalurkan bantuan logistik dan penanganan darurat kepada masyarakat yang terisolasi.
