Selain evakuasi, personel Basarnas juga dikerahkan untuk bersiaga memantau aliran sungai. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir lahar dingin yang dapat terjadi saat hujan turun.
Edy menilai pemantauan ini penting mengingat material vulkanik yang menumpuk di lereng dapat terbawa hingga ke pemukiman dan jalur akses utama jika terjadi curah hujan tinggi.
“Malam ini tim juga melaksanakan pemantauan antisipasi bila terjadi hujan yang bisa mengakibatkan banjir lahar dingin,” kata Edy, seraya memastikan pemantauan dan pengamanan jalur evakuasi terus dilakukan bersama kementerian/lembaga teknis, pemerintah daerah, dan relawan setempat.
Status Gunung Semeru Level IV (Awas)
Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Semeru meletus pada pukul 16.00 WIB, dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak.
Letusan tersebut disertai hembusan awan panas dengan jarak luncur mencapai tujuh kilometer dari arah puncak. Kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut.
