IPOL.ID – Informasi terkait dugaan pergerakan Kopilot pesawat ATR 42-500, Muhammad Farhan Gunawan, yang terdeteksi melalui smartwatch dipastikan tidak berkaitan dengan peristiwa kecelakaan pesawat. Basarnas menyatakan data tersebut merupakan rekaman lama yang tersimpan di perangkat korban.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, klarifikasi itu dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan dan melibatkan tim siber untuk menelusuri keaslian serta waktu perekaman data langkah kaki tersebut.
“Kami dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan, bahkan Tim Siber ikut juga, ini setelah dikonfirmasi ternyata itu adalah rekaman beberapa bulan yang lalu pada saat yang bersangkutan jalan-jalan di Yogja,” ujar Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR, Selasa (20/1).
Syafii menuturkan, hasil penelusuran tersebut telah disampaikan kepada keluarga Farhan. Menurut dia, pihak keluarga dapat menerima dan memahami penjelasan yang diberikan oleh Basarnas.
“Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast,” katanya.
