Untuk mencegah situasi semakin kacau, pihak perusahaan langsung mengamankan para karyawan yang terdampak dan memulangkan mereka lebih awal agar bisa beristirahat.
“Kami langsung amankan mereka yang kesurupan dan memulangkan lebih awal supaya kondusif. Kalau dibiarkan takutnya makin menular ke karyawan lain,” jelasnya.
Hingga kini, penyebab pasti dari kesurupan massal tersebut belum dapat dipastikan. Namun, Aji menyebut bahwa insiden berawal dari seorang karyawan yang jarinya tertusuk jarum hingga menjerit, memicu reaksi panik berantai.
“Belum bisa dipastikan itu benar-benar kesurupan atau hanya karena kecapean. Tapi laporan awal menyebutkan ada karyawan yang tertusuk jarum dan berteriak, lalu karyawan lain ikut panik,” katanya.
Setelah karyawan yang terdampak dipulangkan, situasi di pabrik kembali stabil. Pihak perusahaan juga memberikan penjelasan kepada karyawan lain untuk menghindari kepanikan yang bisa memperburuk keadaan.
“Sekarang kondisi sudah aman. Kami menduga secara psikologis ini hanya kelelahan. Kalau soal kesurupan kan hal mistis, kita tidak bisa memastikan,” pungkasnya.(Vinolla)
