Dilaporkan, ribuan warga mengungsi di berbagai titik akibat kondisi permukiman yang rusak dan akses yang terputus. Jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga, serta ratusan hingga ribuan Kepala Keluarga di Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
Akses transportasi di wilayah itu banyak mengalami kerusakan. Jalur nasional Sibolga – Padang Sidempuan serta Sibolga – Tarutung mengalami putus total dan tertutup longsor di banyak titik. Beberapa jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga – Manduamas, juga terputus.
Sejumlah jalur kabupaten turut terputus dan belum dapat diperbaiki karena medan yang berat. Di Mandailing Natal, sedikitnya tujuh wilayah terisolir akibat tertutupnya jalur lintas provinsi, dan beberapa desa hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau transportasi udara.
Untuk mempercepat penanganan, BNPB dan kementerian/lembaga telah mengerahkan berbagai alutsista, termasuk lima helikopter perbantuan ditempatkan di Bandara Silangit untuk distribusi logistik ke Tapanuli Tengah dan wilayah lain terisolasi.
