IPOL.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para relawan terus melakukan penanganan darurat bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh.
Penanganan darurat dipimpin langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Penanganan ini difokuskan pada pencarian dan pertolongan para korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolir, serta percepatan distribusi logistik, baik melalui darat maupun udara.
Pada hari ketiga setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Utara, tercatat 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
“Sumatera Utara sekarang jadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah menjadi 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” terang Kepala BNPB, Suharyanto, Sabtu (29/11/2025).
