Tahap awal penanganan akan difokuskan pada pembersihan material dan puing yang tersangkut di aliran sungai, melibatkan personel gabungan dari BPBD Kabupaten Garut, TNI, Polri, Vertical Rescue, serta warga setempat dengan pendampingan para ahli konstruksi.
Selanjutnya, pembangunan jembatan gantung darurat dan penguatan tebing sungai menggunakan bronjong akan dilaksanakan secara paralel. Jembatan gantung darurat dibangun menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) Kabupaten Garut sebesar kurang lebih Rp290 juta dan dirancang dapat difungsikan hingga 10 tahun.
Sedangkan pekerjaan penguatan tebing sungai dengan bronjong didukung oleh BNPB melalui pendanaan sekitar Rp250 juta sebagai pelengkap kebutuhan yang belum dapat dipenuhi pemerintah daerah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul katakan, BNPB menegaskan bahwa rangkaian upaya itu dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama serta memulihkan kembali konektivitas dan ketahanan dua desa terdampak.
