“Kami berharap program pembinaan yang kami hadirkan bermanfaat secara optimal dan secara berkelanjutan. Media Center Pasopati bakal jadi pusat informasi dan seluruh penggunaan diharapkan membuahkan hasil nyata, terintegrasi sosial warga binaan,” katanya.
Sementara, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo mengungkapkan, Media Center Pasopati dibangun sebagai ruang kendali komunikasi terpadu yang mampu menghimpun dokumentasi kegiatan, publikasi resmi, dan pemantauan isu strategis secara real time.
“Media Center ini adalah bagian dari transformasi komunikasi publik di Lapas Cipinang. Kami ingin memastikan setiap informasi tersampaikan dengan akurat, cepat, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat,” tukas Wachid.
Nantinya melalui media center ini juga bila ada krisis di Lapas Cipinang dan pemberitaan negatif, bisa dengan cepat merespon untuk memberikan klarifikasi.
“Kami sudah usulkan ke kementerian tentang manajemen komunikasi krisis pemasyarakatan terintegrasi, karena ini berdasarkan pengalaman yang kami hadapi, bila nanti ada krisis di lapas atau pun di UPT lain, keputusan menteri bisa jadi pedoman atau acuan,” pungkas Wachid. (Joesvicar Iqbal)
