IPOL.ID – Pemerintah tengah menggencarkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Namun, Anggota Komisi VI DPR Sadarestuwati mengingatkan agar langkah tersebut tidak justru menyingkirkan pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian desa.
Menurut Estu, keberadaan koperasi di desa seharusnya menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha lokal, bukan pesaing yang menggerus ruang hidup mereka.
Ia menilai pemerintah perlu memastikan desain bisnis Koperasi Merah Putih tidak mematikan toko kelontong dan warung tradisional yang sudah lebih dulu eksis.
“Saya setuju untuk bisa mendukung dalam percepatan pertumbuhan perekonomian desa. Tetapi jangan sampai tujuan itu kita capai, tetapi kita mengabaikan kehidupan toko-toko kelontong dan masyarakat kecil yang berusaha di bidang itu, sehingga mengakibatkan mereka tidak bisa berusaha lagi,” katanya dalam keterangannya dikutip Senin (10/11).
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menambahkan, semangat besar membangun ekonomi desa tidak boleh mengorbankan pelaku usaha tradisional yang menjadi denyut kehidupan warga.
