Ia bahkan menyebut contoh yang sangat konkret untuk menggambarkan dampak yang ia khawatirkan.
“Saya contohkan tadi, salah satu contohnya adalah supaya tokonya Yu Jem, Yu Yem, Pak No, Pak Jan itu nggak mati, toko kelontongnya,” kata legislator Dapil Jawa Timur VIII ini seraya menggambarkan betapa pentingnya peran toko-toko kecil dalam menjaga sirkulasi ekonomi masyarakat desa.
Estu mendorong supaya pemerintah menyiapkan kebijakan yang menempatkan koperasi sebagai penggerak dan fasilitator bagi pelaku usaha kecil.
Dia pun menyarankan agar koperasi didorong menjadi agen atau supplier yang memperkuat rantai pasok di desa, bukan pemain yang mengambil pasar yang sudah ada.
“Ada satu aturan yang mengatur di mana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini ditentukan mereka untuk menjadi agen, katakanlah kemudian menjadi supplier. Ini bisa dilakukan untuk memberikan dukungan untuk makanan bergizi gratis. Artinya, dapur-dapur MBG ini diminta untuk bekerjasama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sehingga tidak mempengaruhi toko-toko Kelontong yang ada di desa tersebut,” paparnya.

