Pembangunan cabang-cabang olahraga prioritas, kata dia, tidak mudah. Menurutnya, tolok ukur prestasi olahraga adalah perolehan medali, tetapi, dalam menjalankan program-program yang kompleks, terdapat perbedaan satu cabang dengan cabang lainnya.
Menpora mencontohkan seperti cabang bulu tangkis dan tenis di mana para atlet mengikuti kompetisi dengan sistem sirkuit. Sistem itu, kata dia, berbeda dengan cabang renang di mana para perenang dikirim untuk melakukan pelatihan di luar negeri dalam program pemusatan latihan nasional jangka panjang.
“Dan belum tentu antara bulu tangkis dan renang mendapatkan hasil yang sama karena struktur pembiayaan yang berbeda,” katanya.
Menpora menyebutkan program strategis lain yaitu akan mulai membangun pusat pembinaan atlet dan akademi olahraga untuk menyiapkan atlet-atlet unggulan secara berjenjang mulai dari sekolah SD, SMA, SMA, hingga menjadi atlet elite.
Selain itu, pembangunan dari sisi kepemudaan, difokuskan pada karang taruna dan pramuka yang menjadi dua elemen penting dalam fondasi pembangunan karakter. Pembangunan kepemudaan, kata dia, akan diselaraskan dengan program-program di kementerian lain.
