Selain itu, laporan Manufacturing Value Added (MVA) dari World Bank menempatkan Indonesia pada posisi ke-13 dunia dan pertama di ASEAN, dengan nilai MVA tahun 2024 mencapai USD 265,07 miliar, jauh di atas rata-rata global USD 78,73 miliar. Kinerja tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan negara industri besar seperti Inggris, Rusia, dan Prancis.
Dirjen ILMATE menuturkan, pertumbuhan manufaktur tidak terlepas dari peran kinerja industri otomotif. Pada Triwulan III 2025, kontribusi subsektor ini mencapai 1,28% terhadap PDB nasional. Saat ini, Indonesia memiliki 39 pabrikan kendaraan roda empat dengan kapasitas produksi 2,39 juta unit per tahun, dan 82 pabrikan kendaraan roda dua dan tiga dengan kapasitas hingga 11,2 juta unit per tahun.
Pada periode Januari–September 2025, produksi kendaraan roda empat mencapai 0,85 juta unit, dengan ekspor Completely Built Up (CBU) sebesar 0,38 juta unit atau hampir 45% dari total produksi. Untuk roda dua dan tiga, produksi mencapai 5,25 juta unit dengan ekspor CBU sebesar 0,41 juta unit.
