“Inovasi ini kami kembangkan dengan pendekatan ergonomi dan teknologi yang saling melengkapi. Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya nyaman digunakan, tetapi juga memberikan data akurat bagi manajemen keselamatan,” ujar Cindy.
Kolaborasi lintas disiplin menjadi kekuatan utama tim ini. Cindy dan Farrell berperan dalam aspek desain produk dan ergonomi, sementara Francesco mengembangkan sistem elektronik dan pemantauan IoT. Penguasaan materi dari berbagai mata kuliah, seperti Perancangan Produk dan Bisnis serta Ekonomi Teknik, turut memperkaya pendekatan ilmiah yang mereka terapkan.
“Strategi kami sederhana, yaitu selalu mencoba berpikir satu langkah lebih maju dengan menambahkan analisis saintifik agar rancangan kami memiliki dasar kuat,” ungkap Farrell.
Menariknya, ide awal mengikuti kompetisi ini bermula dari kebutuhan memenuhi konversi mata kuliah Proyek Rekayasa Interdisiplin (PRI) di Fakultas Teknologi Industri ITB. Namun, berkat dedikasi dan sinergi tim yang solid, proyek tersebut berkembang menjadi karya inovatif yang mampu menembus persaingan internasional.
