“Kalau makanan sudah disiapkan Dapur Umum. Mereka sudah siap untuk semua keluarga di setiap rumah. Jadi, kita berikan penguatan baik kesehatan maupun kebutuhan mereka lainnya di sini,” ucapnya.
Terakhir, Khofifah meninjau rumah-rumah warga yang terdampak di Gumuk Emas, Supiturang. Di sana petugas telah menerjunkan ekskavator untuk membersihkan rumah yang tertimbun material lahar Semeru.
Gunung Semeru erupsi pukul 14.13 WIB hingga pukul 18.11 WIB, Rabu (19/11), dengan amplitudo maksimum 45 mm, durasi 14.283 detik dengan luncuran lebih dari 14 km mengarah ke Tenggara Selatan (Besuk Kobokan).
Tingkat Aktivitas Gunung Semeru saat ini berada di Level IV atau Awas. Pada pukul 19.56 WIB getaran banjir sudah tidak terekam. Erupsi berakhir, tetapi status Awas tetap diberlakukan.
Hingga Rabu malam, sebanyak 1.156 jiwa dilaporkan mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru. Mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka dan dievakuasi ke sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
