Sementara itu, Naufal Sholahuddin selaku Ketua PCIM Tunisia, dalam sambutannya turut mengapresiasi terselenggaranya Baitul Arqam perdana ini. Ia menilai Baitul Arqam menjadi momentum positif untuk memperkuat komitmen keislaman, keindonesiaan, dan kemuhammadiyahan para kader.
Menurutnya, sebagai seorang kader harus memiliki jiwa militan dan siap setiap saat. Ia mengutip perkataan K.H Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah,” ujarnya tegas dalam sambutan pembukaan.
Ketua panitia pelaksana Baitul Arqam PCIM Tunisia juga berharap melalui kegiatan ini dapat melahirkan kader-kader Muhammadiyah baru yang berkarakter, berintegritas, dan berwawasan global untuk terus melebarkan sayap dakwah nilai-nilai islam berkemajuan ke kancah Internasional.
“Ini bukan akhir, tapi awal perjalanan panjang bagi kader-kader Muhamamdiyah di Tunisia untuk terus belajar, berkontribusi, dan berkhidmat bagi umat dan bangsa,” tuturnya dilansir muhammadiyah.or.id.
Selama dua hari pelaksanaan Baitul Arqam, para peserta tidak hanya menerima sesi materi tetapi juga berpartisipasi langsung dalam diskusi interaktif, refleksi nilai kemuhammadiyahan, dan kegiatan team building. Kegiatan ini ditutup dengan kunjungan wisata ke sejumlah destinasi bersejarah di wilayah Sousse, yang terkenal dengan arsitektur klasik islamnya seperti Ribat Sousse, Masjid Agung Sousse, dan benteng-benteng kuno nan megah yang menghadap ke laut. (tim)
