IPOL.ID – Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan penyelidikan terkait peristiwa ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta Utara, yang terjadi pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB saat pelaksanaan salat Jumat. Polisi memastikan pelaku merupakan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang masih aktif bersekolah di sana, dan bertindak secara mandiri tanpa keterkaitan dengan jaringan terorisme.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan, sejak kejadian, tim gabungan dari Densus 88 Antiteror, Puslabfor Polri, Pusdokkes Polri, dan Satbrimob langsung dikerahkan untuk menangani lokasi. Tiga bom rakitan aktif berhasil dijinakkan di dua titik sekolah. Selain itu, polisi juga memeriksa bahan peledak untuk mengetahui jenis dan daya ledak yang digunakan.
“Penggeledahan dilakukan di rumah pelaku dan pemeriksaan terhadap 18 saksi, terdiri dari guru, siswa, korban, serta keluarga ABH,” kata Kapolda. Berdasarkan keterangan, pelaku dikenal tertutup dan tertarik pada konten kekerasan serta ideologi ekstrem.
