“Ini patut dicontoh, mereka berinisiatif menyerahkan hp dan SIM yang ditemukan ke kantor polisi karena merasa barang itu bukan miliknya. Sehingga mereka juga perlu mendapatkan apresiasi,” ujar Kombes Alfian, Rabu.
Sementara, Lurah Setu, Dwi Widiastuti menambahkan, sikap enam pelajar SD ini sempat viral di media sosial (Medsos) karena di antara mereka merekam video saat menyerahkan ke kantor polisi dan diunggah di medsos. Walau masih anak-anak, mereka dinilai memiliki nalar yang cukup tinggi dan berempati pada orang lain.
“Buktinya hasil temuannya itu diserahkan ke polisi dan menyerahkan sepenuhnya ke polisi untuk menindaklanjutinya. Saya juga sangat apresiasi pada anak-anak itu,” kata Widiastuti.
Selain mendapatkan apresiasi dari Kapolres Metro Jakarta Timur, rencananya pada Kamis (6/11) besok mereka akan diundang ke Polda Metro Jaya untuk meraih apresiasi dan piagam penghargaan dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri.
Sementara itu, siswa kelas 6 SDN 02 Setu, Al Fatih Manduansyah mengatakan, ketika pulang sekolah dia melihat ada seorang Ibu mengendarai sepeda motor dan hpnya terjatuh di Jalan Bantar Jati, Setu. Walau sudah diteriaki namun Ibu tersebut tetap melaju mamacu motornya. Sehingga hp itu diamankan dibawanya pulang.
